Sunday, January 1, 2017

Belajar meneruskan

Hati itu pernah pecah, terpisah, tercalar, terbelah, rapuh, ruptured, stranggled, dissected, gambled. Selagi ia bernama hati, ia akan bersama dengan perkara yang perlu diulangkan diatas. Itu fungsi hati, ia tidak boleh abaikan apa yang perlu dirasa, tidak boleh delaykan perasaan. Ia akan hadir dijemput atau tidak ."apa khabar?" terus disapa menusuk dalam hati tiada kalam pemula.

Aku takut dengan perkara diatas, sembunyi, lari. Kerapuhan hati itu makin menjemput hadir liar. Apa yang aku tinggalkan dalam hati ialah tempat tadahan dulang menunggu saat turunnya duri duri. Auchhh, sakit. Banyak ruang tadahan aku sediakan menanti sekali lagi duri yg bakal turun. 

Aku bingung dengan kepedihan ini, aku hiru biru menyampaikn hujah dalam hati yang keliru. "apakah sukar hendakku tinggalkan kesakitan ini"?. Aku menjenguk ke luar jendela dan melihat burung melepasi awan-awangan. Aku perhati dan semakin perhati, burung yang membelah awangan, tidakkah disitu halangan buat burung itu?

Aku fikirkan apa yang terrrsedih buatku, apa yang membuatku lemah dibadai ombak duri dihati ini. Lalu teringatkan burung yang membelah awan. Mungkin bukan dengan aku persoalkan peritnya hati, mendungnya jiwa. Tetapi melepasinya sebutir demi sebutir, sehasta demi sehasta. 

Aku tidak bisa lari darinya, awan itu besar dan tidak dijangkaui hujung malah berfatamorgana. 

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan jangan kamu bersedih hati ,padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman" [surah Al-imran :139]

1 comment:

Dewi Aja said...

Hello! Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Apakah Anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website kami http://kbagi.com/ atau www.facebook.com/kumpulbagi/ untuk info selengkapnya.
Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)